Kata
ehipassiko berasal dari kata ehipassika yang terdiri dari 3 suku kata
yaitu ehi, passa dan ika. Secara harafiah ”ehipassika” berarti datang
dan lihat. Ehipassikadhamma merupakan sebuah undangan kepada siapa saja
untuk datang, melihat serta membuktikan sendiri kebenaran yang ada dalam
Dhamma.
Minggu, 17 Mei 2015
Setelah Sri Bhagavā menyampaikan pesan terakhir-Nya, seluruh hutan sala itu menjadi sunyi senyap. Sri Bhagavā memasuki jhāna pertama. Dan setelah keluar dari jhāna tersebut, Ia memasuki jhāna kedua, ketiga, dan keempat. Lalu keluar dari jhāna keempat, Ia memasuki Tataran Ruang Nirbatas (Pali: ākāsānañcāyatana; Sanskerta: ākāśa-anantya-āyatana)[1], Tataran Kesadaran Nirbatas (Pali: viññāṇañcāyatana; Sanskerta: vijñāna-anantya-āyatana)[2], Tataran Tanpa Ada Apa Pun (Pali: ākiñcaññāyatana; Sankserta: akiñcana-āyatana)[3], serta Tataran Bukan Pencerapan Maupun Bukan Tanpa-Pencerapan (nevasaññā-n’asaññāyatana)[4]. Dan setelah itu, Ia mencapai dan terserap dalam Padamnya Pencerapan dan Perasaan (saññāvedayita-nirodha)[5].
Menjelang tengah hari, setelah
mempersiapkan diri, membawa mangkuk dan jubah-Nya, Sri Bhagavā berjalan
menuju Vesāli untuk mengumpulkan dana makanan. Saat itu adalah tahun 544
Sebelum Era Umum (SEU) berdasarkan tradisi, atau 484 SEU berdasarkan
sejarah, tiga bulan sebelum memasuki bulan Vesākha tahun 543 SEU (483
SEU), beberapa bulan setelah Sāriputta dan Moggallāna, kedua Siswa Utama
Sri Bhagavā mencapai Nibbāna Seutuhnya (Pali: Parinibbāna; Sanskerta: Parinirvāṇa)[1] di hari bulan purnama bulan Kattikā.
Setelah Sri Bhagavā (Buddha) mengutus keenam
puluh siswa-Nya, Ia sendiri tetap melanjutkan pembabaran Dhamma tanpa
kenal lelah selama empat puluh lima tahun. Selama dua puluh tahun
pertama masa pembabaran Dhamma ini, Sri Bhagavā melewatkan masa berdiam
musim hujan di berbagai tempat dan vihāra (baca: wihara)[1].
Namun, selama dua puluh lima tahun terakhir, Ia melewatkan sebagian
besar masa berdiam-Nya di Sāvatthī. Berikut adalah kronologi pembabaran
Dhamma yang dilakukan oleh Sri Bhagavā selama empat puluh lima tahun
dari tahun 588 Sebelum Era Umum (SEU) berdasarkan penanggalan tradisi,
atau 528 SEU berdasarkan penanggalan sejarah, atau 45 Sebelum Era
Buddhis (SEB), hingga 544 SEU, atau 484 SEU, atau tahun 1 SEB.
Langganan:
Komentar (Atom)






