Minggu, 17 Mei 2015



ANATHAPINDIKA MENJADI MURID
“Demikianlah yang telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana, di Vihara Anathapindika...” Banyak kotbah Sang Buddha yang diawali dengan kalimat seperti ini, dan oleh karena itu nama dari sang umat awam utama, Anathapindika, dikenal baik oleh para pembaca literatur Buddhis.
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST
Di Taman Rusa Isipatana, pada bulan Asalha, ketika untuk pertama kalinya Guru Buddha membabarkan Dhamma, dalam Dhammacakkappavattana Sutta; Samyutta Nikaya 56.11 {S 5.420} , Guru Buddha mengajarkan Empat Kebenaran Ariya (Cattari Ariya Saccani) kepada Lima Bhikkhu Pertama (Panca Vaggiya Bhikkhu).
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST
Dalam Dhammacakkappavattana Sutta; Samyutta Nikaya 56.11 {S 5.420}, Guru Buddha mengajarkan Empat Kebenaran Ariya (Cattari Ariya Saccani) kepada Lima Bhikkhu Pertama (Panca Vaggiya Bhikkhu), yang di dalamnya terdapat Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha. Jalan itu disebut dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangiko Magga).
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST
 "Sabbe sankhara anicca`ti. Yada pannaya passati; atha nibbindati dukkhe. Esa maggo visuddhiya."
Segala sesuatu yang berkondisi adalah anicca. Apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat hal ini; maka ia akan merasa jemu dengan penderitaan. Inilah Jalan yang membawa pada kesucian.
(Dhammapada 277)
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST
Kata ehipassiko berasal dari kata ehipassika yang terdiri dari 3 suku kata yaitu ehi, passa dan ika. Secara harafiah ”ehipassika” berarti datang dan lihat. Ehipassikadhamma merupakan sebuah undangan kepada siapa saja untuk datang, melihat serta membuktikan sendiri kebenaran yang ada dalam Dhamma.
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Setelah Sri Bhagavā menyampaikan pesan terakhir-Nya, seluruh hutan sala itu menjadi sunyi senyap. Sri Bhagavā memasuki jhāna pertama. Dan setelah keluar dari jhāna tersebut, Ia memasuki jhāna kedua, ketiga, dan keempat. Lalu keluar dari jhāna keempat, Ia memasuki Tataran Ruang Nirbatas (Pali: ākāsānañcāyatana; Sanskerta: ākāśa-anantya-āyatana)[1], Tataran Kesadaran Nirbatas (Pali: viññāṇañcāyatana; Sanskerta: vijñāna-anantya-āyatana)[2], Tataran Tanpa Ada Apa Pun (Pali: ākiñcaññāyatana; Sankserta: akiñcana-āyatana)[3], serta Tataran Bukan Pencerapan Maupun Bukan Tanpa-Pencerapan (nevasaññā-n’asaññāyatana)[4]. Dan setelah itu, Ia mencapai dan terserap dalam Padamnya Pencerapan dan Perasaan (saññāvedayita-nirodha)[5].
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Menjelang tengah hari, setelah mempersiapkan diri, membawa mangkuk dan jubah-Nya, Sri Bhagavā berjalan menuju Vesāli untuk mengumpulkan dana makanan. Saat itu adalah tahun 544 Sebelum Era Umum (SEU) berdasarkan tradisi, atau 484 SEU berdasarkan sejarah, tiga bulan sebelum memasuki bulan Vesākha tahun 543 SEU (483 SEU), beberapa bulan setelah Sāriputta dan Moggallāna, kedua Siswa Utama Sri Bhagavā mencapai Nibbāna Seutuhnya (Pali: Parinibbāna; Sanskerta: Parinirvāṇa)[1] di hari bulan purnama bulan Kattikā.
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Setelah Sri Bhagavā (Buddha) mengutus keenam puluh siswa-Nya, Ia sendiri tetap melanjutkan pembabaran Dhamma tanpa kenal lelah selama empat puluh lima tahun. Selama dua puluh tahun pertama masa pembabaran Dhamma ini, Sri Bhagavā melewatkan masa berdiam musim hujan di berbagai tempat dan vihāra (baca: wihara)[1]. Namun, selama dua puluh lima tahun terakhir, Ia melewatkan sebagian besar masa berdiam-Nya di Sāvatthī. Berikut adalah kronologi pembabaran Dhamma yang dilakukan oleh Sri Bhagavā selama empat puluh lima tahun dari tahun 588 Sebelum Era Umum (SEU) berdasarkan penanggalan tradisi, atau 528 SEU berdasarkan penanggalan sejarah, atau 45 Sebelum Era Buddhis (SEB), hingga 544 SEU, atau 484 SEU, atau tahun 1 SEB.

Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Setelah mencapai Pencerahan Sempurna, muncul dalam pikiran Sri Bhagavā[1] mengenai betapa dalamnya, sungguh halusnya Dhamma yang telah ditemukan-Nya. Ia mempertanyakan apakah manusia dapat memahaminya. Namun setelah dengan welas asih-Nya, Ia memindai seluruh dunia dengan menggunakan Mata Buddha-Nya (Buddhacakkhu), melihat bahwa ada manusia yang dapat memahami Dhamma yang ditemukan-Nya, maka Sri Bhagavā memiliki niat kuat untuk menyebarkan Dhamma. Kemudian Ia berkata: “Apārutā tesaṃ amatassa dvārā,. Ye sotavanto pamuñcantu saddhaṃ” – “Pintu menuju tiada kematian, Nibbana, sekarang telah terbuka. Akan Kubabarkan Dhamma kepada semua makhluk agar mereka yang memiliki keyakinan dan pendengaran yang baik bisa sama-sama memetik manfaatnya.”
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Setelah menerima persembahan nasi susu dari Sujātā di pagi hari, pada hari kelima belas di bulan Vesākha, tahun 588 Sebelum Era Umum (528 SEU) atau tahun 45 Sebelum Era Buddhis, Petapa Gotama kemudian pergi menuju hutan pohon sāla (Latin: Shorea robusta) di tepi Sungai Nerañjarā. Di sana Ia beristirahat sejenak dan melewati sisa hari itu di bawah naungan rindang sebatang pohon sāla sambil berkonsentrasi dalam keluar-masuk nafas (Pali: ānāpāna bhāvanā)[1]. Pada senja sore hari itu, kala udara terasa sejuk dan angin berhembus sepoi-sepoi, Ia menuju ke Hutan Gayā, ke kaki pohon bodhi (Pali: assattha; Latin: Ficus religiosa).
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Setelah memutuskan untuk meninggalkan keduniawian dan menjadi seorang petapa, Siddhattha Gotama tinggal di Anupiya-ambavana, sebuah hutan mangga (Pali: amba; Sanskerta: āmra; Latin: Magnifera indica) di dekat Kota Anupiyā, tidak jauh dari Sungai Anomā selama tujuh hari pertama. Kemudian pada hari kedelapan Ia pergi sejauh tiga puluh yojana menuju ke Rājagaha (Sanskerta: Rājagṛha), ibu kota Kerajaan Magadha, di India Utara[1]. Di Rājagaha, Ia menolak tawaran Raja Bimbisāra[2] yang akan memberikan separuh kekuasaannya setelah mengetahui identitas Siddhattha Gotama yang merupakan seorang pangeran.

Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Keempat penampakan agung terjadi satu per satu. Apa yang telah diramalkan kedelapan brahmin cendekia menjadi kenyataan.
Di istana kediamannya, Raja Suddhodana tengah mengadakan pesta besar-besaran. Makan malam besar disajikan dan beberapa pelayan wanita cantik disiapkan untuk melayani Sang Pangeran untuk merayakan kelahiran cucu Raja Suddhodana – Rāhula, yang lahir pagi itu.
Sang Pangeran, yang baru saja kembali dan perjalanan-Nya yang bahagia, tampak lebih bahagia dibandingkan perjalanan sebelumnya. Ia bahagia karena mengetahui bahwa cara untuk mencapai kebahagiaan sejati adalah dengan melepaskan keduniawian dan menjadi petapa.
Bagaimanapun juga, Pangeran tidak ingin mengecewakan ayah-Nya. Dengan tenang Ia menyantap makan malam tanpa merasa tertarik dengan nyanyian dan tarian yang disuguhkan untuk-Nya. Benak-Nya dipenuhi dengan keinginan untuk membebaskan semua makhluk dan usia tua, penyakit, dan kematian, yang semuanya menyengsarakan, menekan, dan menyedihkan.

MENINGGALKAN ISTANA
Sekitar pertengahan malam, Pangeran Siddhattha terbangun. Ia duduk bersilang kaki di bangku, lalu melihat ke sekeliling. Semua gadis penari, penyanyi, dan pemusik tengah tidur malang-melintang di lantai kamar itu. Pangeran merasa sangat jijik dengan pemandangan ini; dalam pandangan-Nya, tubuh mereka semua tergeletak seperti tidak ada bedanya dengan mayat di pekuburan.
Pangeran Siddhattha, semakin tidak melekat pada kelima objek kenikmatan indrawi, yang semuanya bukan merupakan kebahagiaan sejati, namun sebaliknya menimbulkan kesulitan dan derita yang lebih mendalam.
Tekad Pangeran Siddhattha semakin kuat. Inilah waktunya untuk meninggalkan kehidupan rumah tangga. Ia kemudian meninggalkan kamar itu perlahan-lahan dan Ia melihat Channa, yang tengah tidur dengan membaringkan kepalanya di ambang pintu. Pangeran Siddhattha membangunkannya dan meminta untuk mempersiapkan Kanthaka, kuda-Nya.
Channa menaati permintaan-Nya. Segera Ia membawa tali kekang dan beberapa perlengkapan lainnya yang dibutuhkan, lalu menuju ke kandang kuda kerajaan. Sementara itu, Pangeran Siddhattha merasa bahwa Ia perlu menengok istri dan putra-Nya yang baru lahir sebelum meninggalkan keduniawian.
Dengan hati penuh cinta, Pangeran berdiri diam di pintu sambil memandangi mereka. Ia tak berani memindahkan tangan Putri Yasodharā dan menimang putra-Nya meskipun Ia sangat ingin melakukannya, karena Ia tidak menginginkan Putri Yasodharā terjaga dan tidak mengijinkan-Nya pergi. Setelah bertekad bulat, Ia keluar dan kamar tersebut dan menutup pintu perlahan-lahan.
Channa dan Kanthaka sudah siap dan menunggu Pangeran di depan istana kediaman-Nya. Pada malam purnama, di bulan Āsāḷha, tahun 594 Sebelum Era Umum (tahun 534 SEU secara konsensus sejarawan) atau tahun 51 Sebelum Era Buddhis, di usia ke 29 tahun, pada waktu jaga pertengahan malam, diam-diam Pangeran Siddhattha meninggalkan istana dengan menunggangi Kanthaka. Channa, yang terlahir pada hari yang sama dengan Sang Pangeran, ikut meninggalkan istana dengan berpegangan pada ekor kuda tersebut. Mereka berhasil menerobos ketatnya penjagaan dan meninggalkan Kota Kapilavatthu.

MEMOTONG RAMBUT
Pangeran Siddhattha menunggangi si kuda putih Kanthaka yang melesat dengan kencang. Namun setelah sesaat perjalanan, sebuah gagasan muncul pada-Nya untuk memandangi Kapilavatthu. Ia menghentikan kuda istana itu dan membalikkan badan untuk memandangi kota tersebut untuk terakhir kalinya. Tepat di tempat kuda istana Kanthaka berhenti itu akhirnya dibangun sebuah kuil suci (cetiya) yang disebut Cetiya Kanthakanivatta. Setelah itu, Ia melanjutkan perjalanan-Nya melewati tiga kerajaan, yaitu: Sākya, Koliyā, dan Mallā. Sepanjang malam, Ia menempuh jarak sejauh tiga puluh yojana (satu yojana setara dengan dua belas mil) Akhirnya Ia tiba di tepi Sungai Anomā dan menyeberanginya.
Saat itu hari telah pagi. Pangeran Siddhattha turun dan punggung Kanthaka. Ia meminta Channa untuk pulang kembali ke Kapilavatthu bersama dengan Kanthaka serta tanda kebesaran kerajaan, dan meninggalkan-Nya seorang diri. Channa memohon untuk mengikuti-Nya menjadi petapa, tapi Pangeran Siddhattha melarangnya. Setelah Pangeran Siddhattha menyerahkan Kuda Kanthaka beserta tanda kebesaran kerajaan-Nya, Ia menghunus pedang dan memotong rambut-Nya yang panjang. Lalu, dilemparkan-Nya rambut itu ke udara. Kini rambut-Nya sepanjang lebar dua jari dan tidak memanjang lagi sampai akhir hayat-Nya.
Setelah itu, Ia menukar pakaian-Nya dengan pakaian petapa, dan Ia memerintahkan Channa untuk segera kembali ke Kapilavatthu. Channa memberi sembah kepada Bodhisatta dengan sangat hormat, membawa serta tanda kebesaran kerajaan dan kuda kerajaan Kanthaka, lalu pergi meningggalkan Bodhisatta seorang diri.
Dalam perjalanan pulang, Kanthaka yang bersedih sejak perpisahan itu, tidak lagi dapat menahan dukanya, dan akhirnya meninggal di perjalanan. Setelah berpisah dengan dua sahabat akrabnya, Channa akhirnya melanjutkan perjalanan ke Kapilavatthu sambil meratap dan menangis.

Sumber : http://bhagavant.com/pelepasan-keduniawian-pangeran-siddhattha
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

KELAHIRAN BODHISATTA
Ratu Mahāmāyā, ratu utama dari Raja Suddhodana – raja dari kerajaan suku Sākya (Sokyā, Sakka, Sākiyā), yang sedang mengandung dengan usia kehamilannya sudah mencapai sepuluh bulan, melakukan perjalanan dari Kapilavatthu (Sanskerta: Kapilavastu), ibu kota Kerajaan Sākya, menuju Devadaha, kota tempat tinggal ayahnya, Raja Añjana – raja dari kerajaan suku Koliyā, untuk melakukan persalinan di sana.
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST
Pembagian khotbah-khotbah panjang disusun dalam tiga vagga atau rangkaian. Dalam koleksi yang sama dalam bahasa Cina ada tiga puluh khotbah, yang dua puluh enam di antaranya telah dipersamakan oleh Anesaki dengan versi Pali. Khotbah-khotbah yang dianggap berasal dari para siswa diberi tanda asterik (*).
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Sebelum diketahui isinya diduga bahwa Abhidhamma berarti ‘metafisika’. Kita kini mengetahui bahwa ini bukan filsafat yang sistematis, melainkan penyajian khusus tentang Dhamma seperti terdapat dalam Sutta-Pitaka. Pada umumnya, isinya terdapat dalam sutta-sutta, akan tetapi diuraikan dalam bagian ini dalam bentuk tanya-jawab yang terperinci.

Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Aturan-aturan disiplin yang disusun dalam dua himpunan berdiri sendiri, yang kemudian mendapat penambahan. Sumber : http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/vinaya-pitaka/
Posted by Unknown On Minggu, Mei 17, 2015 No comments READ FULL POST

Sabtu, 16 Mei 2015

CULLAKA-SEṬṬHI-JATAKA

Sumber : Indonesia Tipitaka Center
[114] “Dimulai dengan kerendahan hati,” dan seterusnya. Kisah mengenai seorang thera yang bernama Cūḷapanthaka ini diceritakan oleh Bhagawan ketika Beliau sedang berada di hutan mangga milik Jīvaka 17 , di dekat Rājagaha. Terdapat sedikit penjelasan mengenai kelahiran Cūḷapanthaka. Dikisahkan, anak perempuan dari seorang saudagar kaya di Rājagaha telah menurunkan martabatnya, menjalin hubungan dengan pelayan lelakinya. Karena khawatir kelakuan buruknya terbongkar, ia berkata kepada pelayan lelakinya,
Posted by Unknown On Sabtu, Mei 16, 2015 No comments READ FULL POST

SERIVĀṆIJA-JĀTAKA.

Sumber : Indonesia Tipitaka Center
“Dalam keyakinan ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Bhagawan ketika Beliau berada di Sawatthi, juga mengenai seorang bhikkhu yang menyerah dalam daya upaya pelatihan dirinya.
Maka, pada saat dibawa oleh para bhikkhu seperti halnya dalam kisah sebelumnya, Sang Guru berkata, “Engkau, bhikkhu yang telah bertekad untuk melaksanakan ajaran yang begitu mulia, yang memungkinkan pencapaian kesucian, [111] hendak menyerah berdaya upaya dalam pelatihan, hal ini akan membuahkan penderitaan panjang seperti seorang pedagang di Seri yang kehilangan sebuah mangkuk emas bernilai seratus ribu keping uang.”
Posted by Unknown On Sabtu, Mei 16, 2015 No comments READ FULL POST

VAṆṆUPATHA-JĀTAKA

Sumber : Indonesia Tipitaka Center

“Tanpa mengenal lelah, semakin dalam mereka menggali,” ‒ Kisah ini disampaikan oleh Bhagawan ketika Beliau menetap di Sawatthi.
Anda tentu mereka-reka, mengenai siapakah kisah ini? Kisah ini mengenai seorang bhikkhu yang menyerah dalam daya upaya pelatihan dirinya.
Posted by Unknown On Sabtu, Mei 16, 2015 No comments READ FULL POST
Buku I – EKANIPĀTA1
APAṆṆAKA-JĀTAKA
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
[95] Uraian Dhamma2 ini disampaikan oleh Bhagawan (Bhagavā) saat Beliau berdiam di sebuah arama di Jetawana (Jetavana), di dekat Kota Sawatthi (Savātthi). Anda tentu mereka-reka, mengenai siapakah kisah ini?
Posted by Unknown On Sabtu, Mei 16, 2015 No comments READ FULL POST

Jumat, 15 Mei 2015



A.  JUDUL
 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA KELAS  SATU SMK PEMBANGUNAN AMPEL BOYOLALI TAHUN AKADEMIK 2013/2014
Posted by Unknown On Jumat, Mei 15, 2015 No comments READ FULL POST


BAB III
METODE PENELITIAN

A.    OBYEK PENELITIAN
Obyek penelitian ini adalah siswa beragama Buddha di SMK Pembangunan Ampel yang terdaftar pada semester dua tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 12 siswa, terdiri dari jurusan akuntasi dan rekayasa perangkat lunak (RPL) yang terdiri 12 siswa dengan materi pembelajaran hukum-hukum universal (niyama).
Posted by Unknown On Jumat, Mei 15, 2015 No comments READ FULL POST


BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIRAN
A.    TINJAUAN PUSTAKA
1.      Kurikulum Pendidikan Agama Buddha
Pendidikan berperan penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk pengembangan ajaran Buddha. Pendidikan memiliki kaitan erat dan tidak dapat dipisahkan dengan kurikulum. Hubungan kuriklum dan pendidikan adalah hubungan antara isi dan tujuan. Pendidikan agama
Posted by Unknown On Jumat, Mei 15, 2015 No comments READ FULL POST


BAB I
LATAR BELAKANG
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan merupakan suatu proses di mana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan, kesadaran diri, proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dan usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
Posted by Unknown On Jumat, Mei 15, 2015 2 comments READ FULL POST

Kamis, 14 Mei 2015



Disegenap kawasan para Buddha yang indah permai

Kami menyaksikan para Buddha bersemayam disana
Ini bukan alasan yang dibuat-buat, oh Manjusri
Ketahuilah olehMu keempat golongan dan mahluk halus
Dan seluruh mahluk di alam semesta ini
Semuanya menatapMu, oh Manjusri dengan penuh tanya
Apakah yang hendak Kau katakan, oh ! Manjusri ?
Posted by Unknown On Kamis, Mei 14, 2015 No comments READ FULL POST


Demikianlah yang telah kami dengar,
Pada suatu ketika Sang Buddha bersemayam di Rajagraha di Gunung Gridhrakuta, dihadap oleh 12.000 Bhiksu yang semuanya telah mencapai kesucian Arahat, yang tiada tercela, yang telah bebas dari ikatan keduniawian, yang telah mengatasi segala belenggu dan yang telah dapat mengendalikan pikiran dan nafsu keinginannya.
Posted by Unknown On Kamis, Mei 14, 2015 No comments READ FULL POST

Rabu, 13 Mei 2015

BUDDHA KASSAPA
 
Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali; dan salah satu dari 7 Buddha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda).
Posted by Unknown On Rabu, Mei 13, 2015 No comments READ FULL POST

Pada umumnya masyarakat, terutama umat Buddha telah sering mendengar perkataan bhavana atau Samadhi atau meditasi. Namun perkataan meditasi sering di salah artikan, baik oleh umat Buddha sendiri maupun bukan. Pada saat kata meditasi disebut, orang segera menggambarkan dalam pikirannya penyingkiran diri dari kesibukan penghidupan sehari hari,
Posted by Unknown On Rabu, Mei 13, 2015 No comments READ FULL POST
KELAHIRAN KEMBALI
Ajaran kelahiran kembali merupakan salah satu aspek dari Buddhadarma dan bertalian sangat erat dengan hukum karma. Konsep kelahiran kembali dalam agama Buddha merupakan ajaran yang menyatakan tentang ada kehidupan yang berulang ulang kali dari makhluk.
Posted by Unknown On Rabu, Mei 13, 2015 No comments READ FULL POST
Demikianlah yang aku dengar, Suatu ketika Hyang Buddha berdiam di shravasti, di Hutan Jeta, di Taman Pelindung Anak – anak Yatim Piatu dan Para Pertapa, bersama sama dengan sekumpulan Mahabhikshu, yang seluruhnya berjumlah seribu dua ratus lima puluh dan dengan semua bodhisattva, jumlahnya tiga puluh delapan ribu semuanya.
Posted by Unknown On Rabu, Mei 13, 2015 No comments READ FULL POST

Posted by Unknown On Rabu, Mei 13, 2015 No comments READ FULL POST

Chaṭṭha ​​Sangayana Tipitaka Versi 4.0 (CST4)

CST4 adalah klien desktop untuk browsing dan mencari Pali Canon. Ini adalah penerus Chaṭṭha ​​Sangayana CD 3.0 (CSCD3).
Persyaratan sistem: Windows XP, Vista, 7, 8 atau 8.1. Prasyarat: .NET Framework 2.0, Windows Installer. Pada Windows XP, dukungan skrip kompleks harus diaktifkan (lihat di bawah). Program ini menggunakan sekitar 350MB ruang disk termasuk data dan indeks pencarian Tipitaka.
Posted by Unknown On Rabu, Mei 13, 2015 No comments READ FULL POST

Selasa, 12 Mei 2015


Macam-Macam Metode Mengajar
Pada pembahasan terdahulu telah banyak dibicarakan mengenai kedudukan metode dalam kegiatan belajar mengajar dan cara memilih dan menetukan  metode yang sesuai dengan tujuan dan kondisi psikologi anak didik.
Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST


Vihara Veluvana berdiri sekitar tahun 1990-an diawali pembangunan kuti Bhikkhuni, kemudian menyusul kuti Bhikkhu. Pada awalnya, Vihara Veluvana digunakan untuk laboratorium kampus STIAB Smaratungga. Kampus STIAB Smaratungga berdiri lebih dulu dibandingkan Vihara Veluvana.
Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST


UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN AGAMA BUDDHA SISWA KELAS VIII SMP PUNDARIKA SEMARANG TAHUN 2012/2013

Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST


Mahayana
Sutra Sutra ( sutta sutta) yang terdapat dalam konon Pali seperti yang dimiliki kaum Hinayana juga sebagaian besar terdapat dlam Kaum Mahayana  dengan Sebutan Agama Sutra ( A Han Cing )
            Dengan Demikian Mahayana Pun Memiliki Kitab Suci Yang didalamnya mengandung Ajaran Sang Buddha, baik itu menyangkut Abhidharma Pitaka, Vinaya Pitaka maupun sutra sutra ( Sutta Pitaka ).
Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST
Topic   : Frist Love

Paragraph 1
Frist Love , I thing it's Certainly not a foreign word in the ear of every man or girl in the world, and Certainly all the Beings in the world have felt the love first. First love is beautiful but, I thing first love is painful. Because, I can not have her, and many have differences in the way.
Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MENTAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBELAJARAN

A. Latar Belakang
Pembelajaran adalah suatu proses untuk merubah perilaku peserta didik yaitu upaya mengubah masukan berupa siswa yang belum terdidik, menjadi siswa yang terdidik, siswa yang belum memiliki pengetahuan tentang sesuatu, menjadi siswa yang memiliki pengetahuan.
Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST


Makalah Psikologi Buddhis
PENERAPAN KONSELING DAN PSIKOTHERAPI  BUDDHA
KATA PENGANTAR

Namo sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddaya

Puji syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST
MINDFULNESS TEACHING AND TEACHING MINDFULNESS
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah Psikologi Buddha
Pembahasan
A.    Mengajar Seperti Kamu Belajar
a.      Pengertian Kesadaran
Guru yang baik adalah guru yang penuh kesadaran.
Posted by Unknown On Selasa, Mei 12, 2015 No comments READ FULL POST

Senin, 11 Mei 2015



MEDITASI PERENUNGAN TERHADAP BELAS KASIH
(KARUNA BHAVANA)

Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Semester IV
Mata Kuliah Pengantar Meditasi

Dosen Pengampu:
Kabri Nyanakaruno,S.Ag , M.Pd

Posted by Unknown On Senin, Mei 11, 2015 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Blogger news

    Blogger news

    Namo Buddhaya

    Situs Ini adalah situs untuk berbagi pengetahuan dalam bidang pendidikan agama Buddha, 1. Terdapat perangkat Pembelajara (RPP, Silabus, dan Media) 2. Tutorial media 3. How to fix problem dan lain sebagainya
    bagi anda yang berkenan membagi hasil dan karya anda silahkan kirimkan ke Mr.Tri.Suyatno@gmail.com dan Mohon Komentarnya ... :D Thanks Namo Buddhaya

    Blogroll

    About